Surakarta — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan International Conference on Culture, Language, and Literature (ICCULL) 2025 pada Kamis, 29 Oktober 2025 di UNS Tower. Konferensi internasional ini menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, penerjemah, serta pemerhati budaya, bahasa, dan sastra.
Agenda ini bertujuan mempertemukan pakar lintas negara untuk membahas perkembangan riset terkini dalam bidang humaniora, khususnya linguistik, sastra, dan budaya. ICCULL juga menjadi wadah penguatan jejaring akademik dan kolaborasi penelitian antarinstitusi.
Acara dibuka dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum penyampaian sambutan oleh Ketua Panitia Dr. Arifuddin, Lc., M.A., Dekan FIB UNS Dr. Dwi Susanto, M.Hum., dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si.. Pembukaan disertai foto bersama dan penampilan Tari Gambyong oleh Diannola, dkk. sebagai hiburan pembuka sekaligus bentuk pengenalan budaya Jawa.
Sesi seminar menghadirkan lima pembicara internasional. Datuk Prof. Dr. Awang Azman Awang menjadi pemateri pertama dengan topik “Bridging Worlds Through Culture: The Interplay of Language and Malay Literature in Fostering Global Understanding”, menyoroti hubungan sastra Melayu dan pemahaman lintas budaya. Sesi berikutnya oleh Prof. Dr. William Bradley Horton membahas “Re/deconstructing the Work of a Literary Master: Pramoedya Ananta Toer’s Teenage Virgins in the Grasp of the Military”, yang mengupas kritik sastra atas karya Pramoedya Ananta Toer.
Pembicara ketiga, Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D., memaparkan kajian kesetaraan gender dalam perspektif sastra dan budaya kontemporer. Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat sebelum memasuki seminar sesi kedua.
Pada sesi siang, Dr. John R. Baker menyampaikan materi “Guiding Emerging Writers with Model Texts” dengan penekanan pada strategi pedagogis untuk membimbing penulis pemula melalui teks model. Konferensi ditutup dengan paparan Prof. Dr. Rudi Hartono, S.S., M.Pd. yang mengangkat tema “Translation and AI: Challenges, Opportunities, and Future Directions”, mengulas perubahan lanskap penerjemahan di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Seluruh sesi berlangsung dengan interaktif, tercermin dari tingginya antusiasme peserta dalam tanya jawab dan diskusi akademik. Selain bertukar wawasan, banyak peserta juga memanfaatkan konferensi ini untuk membangun relasi akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi riset di masa mendatang. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk penghargaan khusus bagi pemenang nominasi poster terkreatif. Kegiatan berakhir pada pukul 15.00 WIB dengan penutupan resmi yang dipandu oleh MC. ICCULL 2025 mencerminkan komitmen FIB UNS untuk terus mengembangkan riset linguistik, sastra, dan budaya dalam perspektif internasional serta meningkatkan kontribusi akademik Indonesia di kancah global.